(Ungkapan dari seorang sahabat) Dear kawanku... Maaf atas sikapku yang tidak tahu diri kawan Aku tertawa saat kau sedang sedih. Aku tertawa bukan karena aku tak mengerti kesedihan yang kau alami kawan. Justru aku sangat mengerti akan kegalauan hatimu. Maka aku pun tertawa agar kau setidaknya dapat TERSENYUM DALAM KESEDIHAN. Maaf atas sikapku yang tidak tahu diri kawan Aku menangis saat kau sedang berbahagia. Bukan karena tidak sebahagia kau kawan Tapi karena bahagia mu membuatku sangat bahagia hingga menangis. KARENA SESUNGGUHNYA TIADA KEBAHAGIAN YANG DAPAT MENANDINGI KEBAHAGIAAN MELIHAT ORANG YANG KITA SAYANG SEDANG BERBAHAGIA. Maaf atas sikapku yang tidak tahu diri kawan Disaat semua orang meninggalkanmu aku akan ada disisimu. Bukan untuk menyuportmu atau menghiburmu. Aku berada disisimu hanya untuk menceritakan masalahku. Agar kau tahu, meski mereka TAK MEMBUTUHKANMU, aku disini masih MENGANDALKANMU. Maaf atas sikapku yang tidak tahu diri kawan Aku menamparm...
Istilah KEDAI-ANGKRING berasal dari kata ngangkring/duduk santai di kedai (terjemahan bebas). Di Kedai Angkring biasanya tersedia makanan sederhana : ronde - 'wedang jahe', tempe goreng, dst dan tidak lupa nasi kucing. Kedai angkring di sini ingin menunjuk di dalamnya beberapa hal sederhana yang bisa ditampung : opini, sharing, oase atau guyonan dari seorang peziarah....yang bisa dinikmati oleh siapa saja dengan murah, meriah dan penuh kehangatan serta persaudaraan...dst