Sebuah peneguhanku terhadap seorang pasien. Sahabat, kutuliskan sepucuk surat ini untuk menyatakan betapa aku menyayangi dan mengasihimu. Aku kagum akan keteguhanmu dalam menyikapi setiap peristiwa yang menimpamu. Ketika engkau mengalami suka, gembira, bahagia; engkau tidak begitu saja larut dalam kegembiraan itu. Engkau mampu menimbang, menempatkan diri serta mengambil sikap yang sesuai dengan situasi hati dan juga situasi aktual di sekitarmu, seakan tak tergoreskan sedikit tanda bahwa engkau sampai lupa diri. Dalam situasi suka, ternyata engkau mampu mengingat mereka yang sedang menderita, lapar, terlantar maupun terbelenggu oleh kejamnya kemiskinan. Di sisi lain, ketika engkau mengalami duka, sakit atau derita; engkau juga tidak mudah jatuh dalam lembah duka yang sering kali orang berserah diri-pasif, merasa tiada berdaya apa-apa. Engkau ternyata memiliki keteguhan hati dan harapan yang besar dalam hidup ini. Engkau tetap berusaha untuk bangkit dari deritamu itu. Kemarin ketika aku ...
Istilah KEDAI-ANGKRING berasal dari kata ngangkring/duduk santai di kedai (terjemahan bebas). Di Kedai Angkring biasanya tersedia makanan sederhana : ronde - 'wedang jahe', tempe goreng, dst dan tidak lupa nasi kucing. Kedai angkring di sini ingin menunjuk di dalamnya beberapa hal sederhana yang bisa ditampung : opini, sharing, oase atau guyonan dari seorang peziarah....yang bisa dinikmati oleh siapa saja dengan murah, meriah dan penuh kehangatan serta persaudaraan...dst