Percaya atau tidak, bahwa menjalani hidup memang berbeda seribu derajat dengan membahas kehidupan. Dalam membahas kehidupan seperti dalam tulisan ini, enak saja kita mengganti, mengubah dan meng-audit langkah sekehendak kita, tetapi dalam menjalani, tentu saja tidak bisa kita meng-audit dan mengubah sekehendak kita. Ada sedikitnya tiga hal yang perlu dijaga seiring dengan keputusan kita untuk meng-audit dan memperbaharui langkah, yaitu: Pertama, Kebutuhan . Kata orang, kebutuhan itu tidak mengenal kata nanti, bahkan ampun pun tidak. Ada juga yang mengatakan bahwa lebih enak ngomong sama orang yang marah ketimbang ngomong sama orang yang lapar. Ini semua menunjukkan bahwa kebutuhan itu tidak bisa diganggu-gugat dan karena itu, agenda apapun yang akan kita jalankan, hendaknya jangan sampai menganggu aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan. Atau dengan kata lain, hendaknya kita tetap menjalankan aktivitas yang sasarannya untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak bisa diganggu...
Istilah KEDAI-ANGKRING berasal dari kata ngangkring/duduk santai di kedai (terjemahan bebas). Di Kedai Angkring biasanya tersedia makanan sederhana : ronde - 'wedang jahe', tempe goreng, dst dan tidak lupa nasi kucing. Kedai angkring di sini ingin menunjuk di dalamnya beberapa hal sederhana yang bisa ditampung : opini, sharing, oase atau guyonan dari seorang peziarah....yang bisa dinikmati oleh siapa saja dengan murah, meriah dan penuh kehangatan serta persaudaraan...dst